Ternate - Ekspor ikan ke Luar Negeri dari provinsi Maluku utara(Malut) sejauh ini masih terkendala Dengan ketersediaan sarana Logistik yang belum memadai, Beacukai Ternate berharap Pemprov dan Pemda untuk memperhatikan sarana logistik ini.
Hal ini disampaikan Fungsional Pemeriksa Beacukai Pertama Sukirman Busrah, yang mengatakan provinsi Maluku utara sejauh ini proses ekspor hasil perikanan terus berjalan dengan cakupan ekspor keberbagai negara diantaranya negara Vietnam,Jepang,Taiwan,Singapura,Filipina,USA,dan Korea, namun sangat disayangkan sarana logistik yang belum memadai.
"Ekspor ke negara-negara ini dari tiga perusahaan yang saat ini masih eksis, diantaranya PT Santo Alvin proses ekspor lewat udara,jenis ikan press tuna loin,CV Markindo di Halut produknya ikan asap proses ekspor lewat laut melalui Transit surabaya,dan PT Harta Samudra produknya Fresh tuna loin ekspor lewat laut juga,"jelasnya kepada wartawan Rabu(14/10/2020).
Semua proses ekspor yang dilakukan ini melalui transit baik udara maupun laut,karena belum tersedia sarana pengangkut langsung keLuar negeri.
Lanjut dia, Disamping itu kami berusaha agar ekspor dari Malut meningkat,sebab jika dilihat provinsi Malut memiliki komoditi yang potensial sekali,ikannya banyak, perhubungannya banyak hanya saja kurang dimaksimalkan.
"Kendala utama yaitu logistik tadi, seperti kapal kontainer dan ekspornya belum mencukupi, pesawatnya belum ada yang Direct langsung ke luar negeri,"katanya
"Terus kendala lainnya yaitu pemahaman nelayan yang perlu diasah untuk membuat produk yang layak ekspor,kadang nelayan masih menangkap ikan dengan menggunakan cara tradisional, sementara ikan setelah ditangkap harus dimasukkan ke pendingin agar kualitasnya bagus,"ucap dia.
Tambah Sukirman,Kami sudah beberapa kali membuat Forum Group Diskusion (FGD) dengan pihak karantina,Pemda, maupun Pemprov dalam hal ini Dinas Perikanan Malut.
"kami berharap Pemprov dan pihak terkait lainnya memperhatikan hal ini baik dari segi pembinaan nelayan-nelayan di Malut untuk produknya lebih berkualitas maupun sarana logistik yang masih kurang,bila perlu disiapkan kapal atau perahu yang memadai,"tutupnya.(iin)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi