TOBELO - Sedikitnya sepuluh pejabat eselon II lingkup Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara mengikuti pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah, Sabtu (14/11/2020).
Kesepuluh pejabat tersebut, namanya terdaftar dalam seleksi terbuka jabatan tinggi pratama Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Utara tahun 2020.
Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Halmahera Utara Efraim Oni Hendrik mengatakan pemeriksaan kesehatan kesepuluh (10) pejabat itu, merupakan tahapan seleksi kedua setelah seleksi pemberkasan.
Menurut dia, hal ini dipandang perlu, untuk memastikan para calon tersebut sehat atau tidak.
"untuk itu kami telah menyurati pihak rumah sakit untuk memberitahukan soal pemeriksaan kesehatan yaitu ada beberapa poin yang paling prinsip dalam hal kesehatan seorang Sekda," ungkap Oni saat di temui suaraindonesia.co.id pagi tadi.
Lanjut, pemeriksaan kesehatan para pejabat itu, merupakan penentu untuk maju ketahapan selanjutnya yaitu seleksi psychometric assessment guna mengukur intelektualitas seorang calon pejabat Sekda.
" ya jadi tes psychometric mengunakan sistem CAT sabagai asesornya yaitu dari Badan Kepegawaian Negara yang di laksanakan di Ternate pada hari Selasa tanggal 17 November 2020," celoteh Oni
Oni menambahkan dari sekian nama yang masuk dalam daftar pencalonan akan di saring oleh Panitia Seleksi ( Pansel) external yang terdiri dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi, Akademisi serta mantan Birokrat.
Diketahui kesepuluh pejabat yang mengikuti seleksi terbuka jabatan tinggi pratama Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Utara tahun 2020, yaitu Nani Noya, Deki Tawaris, Aser Tidore, Samut Taha, Mus Pasumanyeku, E.J Papilaya, Jemi Duan, Elias J Londingkene, Hernefer Tjandua, dan Nyoter Koneo(SL)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi