SUARA INDONESIA
Banner

Serangan Rusia Makin Masif, Presiden Ukraina Serukan Damai

JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan agar Moskow mengadakan pembicaraan damai secara komprehensif.

Zelenzkyy meminta invasi Rusia ke negaranya agar segera dihentikan. Jika tidak, pihaknya mengancam Rusia akan menanggung akibatnya.

Dirinya mengingatkan, beberapa generasi Rusia akan mengalami kerugian besar akibat menanggung biaya perang selama beberapa pekan.

Pihaknya menyebut, sejak serangan masif pada 24 Februari 2022, Rusia sudah mengalami banyak kerugian dan persenjataan.

Pihaknya juga mengatakan, penolakan Rusia untuk berkompromi dengan Ukraina akan dibayar mahal.

"Saya ingin semua orang mendengar terutama Moskow. Waktunya untuk mengadakan pertemuan telah tiba. Saatnya sekarang untuk bicara," ungkap Zelenzkyy, sebagaimana dilansir di VOA Jejaring Suaraindonesia.co.id.

Sementara Kementerian Pertahanan Ukraina pada Jumat (18/03/2022) mengatakan, pihaknya mengaku kehilangan akses ke Laut Azov yang letaknya terhubung degan laut hitam.

Sampai saat ini, pasukan Rusia masih tetap mengepung kota Ukraina dan meledakkan daerah perkotaan menjadi puing- puing.

Bahkan, Rusia sudah meluncurkan senjata canggih hipersonik untuk menghancurkan gudang senjata milik Ukraina.

Apa Reaksi Anda?